Apa Itu Gangguan Bipolar? Berikut Penjelasan Lengkapnya

Namabayimu.comGangguan bipolar (sebelumnya disebut manic-depressive disease atau manic depression) adalah gangguan mental yang menyebabkan perubahan suasana hati, energi, tingkat aktivitas, konsentrasi, dan kemampuan yang tidak biasa untuk melakukan tugas sehari-hari.

Ada tiga jenis gangguan bipolar. Ketiga jenis melibatkan perubahan yang jelas dalam suasana hati, energi, dan tingkat aktivitas.

Suasana hati ini berkisar dari periode perilaku yang sangat “up”, gembira, mudah marah, atau berenergi (dikenal sebagai manic episode) hingga periode “down” yang sedih, acuh tak acuh, atau tanpa harapan (dikenal sebagai depressive episode). Periode manic yang tidak parah dikenal sebagai hipomanic episode.

Bipolar I Disorder didefinisikan oleh adanya manic episodes yang berlangsung setidaknya 7 hari, atau oleh gejala manic yang begitu parah sehingga orang tersebut membutuhkan perawatan rumah sakit segera.

Biasanya, depressive episodes juga terjadi, biasanya berlangsung setidaknya 2 minggu. Depressive episodes memiliki gejala depressive dan gejala manic pada saat yang sama juga dimungkinkan.

Bipolar II Disorder didefinisikan oleh adanya deppresive episode dan hipomanic episode, tetapi bukan full-blown manic episode yang khas dari Bipolar I Disorder.

Gangguan Siklotimik (juga disebut Siklotimia) ditentukan oleh periode gejala hipomanic serta periode gejala depresi yang berlangsung selama minimal 2 tahun (1 tahun pada anak-anak dan remaja).

Namun, gejalanya tidak memenuhi persyaratan diagnostik untuk hypomanic episode dan depressive episode.

Kadang-kadang seseorang mungkin mengalami gejala gangguan bipolar yang tidak cocok dengan tiga kategori yang tercantum di atas, yang disebut sebagai “bipolar spesifik dan tidak spesifik lainnya dan gangguan terkait.”

Gangguan bipolar biasanya didiagnosis selama remaja akhir (tahun remaja) atau dewasa awal. Kadang-kadang, gejala bipolar dapat muncul pada anak-anak.

Gangguan bipolar juga dapat muncul pertama kali selama kehamilan wanita atau setelah melahirkan. Meskipun gejalanya dapat bervariasi dari waktu ke waktu, gangguan bipolar biasanya membutuhkan perawatan seumur hidup.

Mengikuti rencana perawatan yang ditentukan dapat membantu orang mengelola gejala mereka dan meningkatkan kualitas hidup mereka.

Gejala Gangguan Bipolar

Gangguan-bipolar-disorder

Orang dengan gangguan bipolar mengalami periode emosi yang luar biasa intens, perubahan pola tidur dan tingkat aktivitas, dan perilaku yang tidak seperti biasanya, seringkali tanpa mengenali kemungkinan dampak berbahaya atau yang tidak diinginkan.

Periode yang berbeda ini disebut “mood episode.” Mood episode sangat berbeda dari suasana hati dan perilaku yang biasanya pada orang tersebut.

Selama mood episode, gejalanya berlangsung setiap hari hampir sepanjang hari. Mood episode juga dapat berlangsung pada waktu yang lebih lama, seperti beberapa hari atau minggu.

Gejala manic episode:

  1. Terkadang Merasa sangat “up”, gembira, dan atau mudah tersinggung atau sensitive
  2. Merasa “gelisah”
  3. Mengalami susah tidur, bahkan merasa kebutuhan tidur yang menurun
  4. Nafsu makan jadi hilang
  5. Bicara sangat cepat tentang banyak hal yang berbeda
  6. Merasa seperti pikiran mereka saing bertolak belakang
  7. Berpikir mereka dapat melakukan banyak hal secara sekaligus
  8. Melakukan hal-hal yang sangat berisiko yang menunjukkan penilaian yang buruk, seperti makan dan minum secara berlebihan atau bahkan tidak makan dan minum sama sekai, menghabiskan atau memberikan banyak uang kepada orang lain.
  9. Merasa seperti mereka sangat penting, berbakat, atau kuat

Gejala depressive episode:

  • Merasa sangat sedih, “down,” kosong, khawatir, atau putus asa
  • Merasa gelisah
  • Sulit tidur, bangun terlalu pagi, atau terlalu banyak tidur
  • Alami peningkatan nafsu makan dan penambahan berat badan
  • Berbicara dengan sangat lambat, merasa seperti tidak ada kata-kata, banyak yang terlupakan
  • Kesulitan berkonsentrasi atau membuat keputusan
  • Merasa tidak mampu melakukan bahkan untuk melakukan hal-hal sederhana
  • Memiliki sedikit minat dalam hampir semua kegiatan, munvulnya ketidak mampuan untuk mengalami kesenangan (“anhedonia”)
  • Merasa putus asa atau tidak berharga, hingga memikirkan tentang kematian atau bunuh diri

Kadang-kadang orang mengalami gejala manic episode dan depressive episode secara bersamaan, gejala semacam ini disebut dengan episode with mixed features.

Orang yang mengalami episode with mixed features mungkin akan merasa sangat sedih, kosong, atau putus asa, sementara, pada saat yang sama, merasa sangat bersemangat.

Seseorang mungkin memiliki gangguan bipolar bahkan jika gejalanya tidak terlalu terlihat. Sebagai contoh, beberapa orang dengan gangguan bipolar (Bipolar II) mengalami hypomania, bentuk mania yang tidak terlalu parah.

Selama hypomanic episode, seseorang mungkin merasa sangat baik, dapat menyelesaikan sesuatu, dan mengikuti kehidupan sehari-hari.

Orang tersebut mungkin tidak merasa bahwa ada sesuatu yang salah, tetapi keluarga dan teman-teman mungkin mengenali perubahan mood atau tingkat aktivitas sebagai kemungkinan gangguan bipolar.

Tanpa perawatan yang tepat, orang-orang dengan hypomanic dapat menjadi lebih parah sebagai manic atau depressive yang parah.

Sama seperti penyakit lainnya bahwa bipolar juga ada penyebab dan cara mengobatinya. Para peneliti sedang mempelajari kemungkinan penyebab gangguan bipolar.

Sebagian besar setuju bahwa tidak ada penyebab tunggal dan kemungkinan banyak faktor berkontribusi terhadap peluang seseorang terkena penyakit tersebut.

Baca juga: Inilah Penyebab Penyakit HIV dan Gejala HIV Sebaiknya Dihindari Manusia

Penyebab terjadinya bipolar

bipolar

1. Struktur dan Fungsi Otak

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa otak orang dengan gangguan bipolar mungkin berbeda dari otak orang yang tidak memiliki gangguan bipolar atau gangguan mental lainnya.

Belajar lebih banyak tentang perbedaan-perbedaan ini dapat membantu para ilmuwan memahami gangguan bipolar dan menentukan perawatan mana yang akan bekerja paling baik.

Pada saat ini, penyedia layanan kesehatan mendasarkan diagnosis dan rencana perawatan pada gejala dan riwayat seseorang, daripada pencitraan otak atau tes diagnostik lainnya.

2.  Genetika

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa orang dengan gen tertentu lebih mungkin mengembangkan gangguan bipolar.

Penelitian juga menunjukkan bahwa orang yang memiliki orang tua atau saudara kandung dengan gangguan bipolar memiliki kemungkinan lebih besar untuk mengalami gangguan itu sendiri.

Banyak gen yang terlibat, dan tidak ada satu gen pun yang dapat menyebabkan gangguan ini. Mempelajari lebih banyak tentang bagaimana gen berperan dalam gangguan bipolar dapat membantu para peneliti mengembangkan perawatan baru.

3. Sifat biologis

Pasien dengan gangguan bipolar sering menunjukkan perubahan fisik pada otak mereka, tetapi hubungannya masih belum jelas.

  • Ketidak seimbangan neurotransmiter: Ketidak seimbangan neurotransmitter tampaknya memainkan peran kunci dalam banyak gangguan mood, termasuk gangguan bipolar.
  • Masalah hormonal: Ketidak seimbangan hormon dapat memicu atau menyebabkan gangguan bipolar.
  • Faktor lingkungan: Penyalahgunaan, tekanan mental, “kehilangan yang signifikan,” atau beberapa peristiwa traumatis lainnya dapat berkontribusi atau memicu gangguan bipolar.

Pengobatan dapat membantu banyak orang, termasuk mereka yang memiliki bentuk gangguan bipolar paling parah. Rencana perawatan yang efektif biasanya mencakup kombinasi pengobatan dan psikoterapi.

Gangguan bipolar adalah penyakit seumur hidup. Manic episode dan depressive episode biasanya muncul kembali seiring berjalannya waktu.

Antara episode, banyak orang dengan gangguan bipolar bebas dari perubahan suasana hati, tetapi beberapa orang mungkin memiliki gejala yang menetap.

Perawatan jangka panjang dan berkelanjutan dapat membantu orang mengontrol gejala-gejala ini.

Baca juga: Tips dan Cara Menurunkan Berat Badan dengan Ampuh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *