Biar Tak Salah Kaprah, Ketahuilah Penyakit Herpes Dan Infeksi Virus Herpes

Namabayimu.com – Penyakit herpes mungkin telah sering didengar oleh masyarakat awam. Meskipun cukup familiar, rupanya masih banyak orang yang salah mengenalinya. Beberapa orang justru menganggap herpes sebagai cacar air biasa. Ini dikarenakan tanda-tanda atau gejala herpes yang mirip dengan cacar air. Nah, biar Anda tak salah paham lagi, ada baiknya menyimak informasi lengkap terkait herpes.

Sekilas Tentang Definisi Virus Herpes

Secara medis, herpes merupakan salah satu penyakit kulit yang umum dijumpai. Penyakit ini ditandai dengan munculnya benjolan-benjolan berisi cairan yang berkelompok.

Lokasi benjolan sendiri menyebar di sekujur tubuh, wajah, ataupun organ kelamin (genital). Benjolan ini bakal melepuh dan menyebabkan tekstur kulit sekitarnya mengering.

Gangguan kesehatan ini disebarkan oleh Herpes Simplex Virus atau HSV. Virus ini dapat menyebar dari 1 orang ke orang lain melalui kontak fisik.

Untuk menghindari persebaran herpes lebih meluas, penderita disarankan lebih berhati-hati. Setidaknya, penderita mesti mengurangi kontak langsung dengan orang-orang sekitar, termasuk orang terdekat.

Hal ini untuk mencegah persebaran virus lebih jauh kepada orang-orang terdekat. Menariknya, herpes sendiri memiliki sekitar 12 jenis berbeda.

Dua diantaranya paling populer dan kerap menjangkiti manusia, yakni HSV-1 dan HSV-2. Keduanya punya ciri dan lokasi persebaran yang berbeda-beda di tubuh manusia.

Pada HSV-1, penyebaran virus bisa melalui udara dan menyerang bagian tubuh dari pinggang ke atas. Sementara HSV-2 yang dikenal dengan herpes genital bakal menyerang area sekitar organ intim.

Persebarannya HSV-2 sendiri tak bisa melalui udara, namun dilakukan melalui hubungan badan. Seseorang yang terindikasi HSV-2 berpeluang besar menulari pasangannya.

Meskipun HSV-2 kerap dialami para laki-laki, bukan berarti perempuan aman begitu saja. Perempuan sekalipun bisa menderita herpes genital tanpa disadari.

Pasalnya, gejala herpes yang dirasakan tak terdeteksi oleh pandangan mata. Ini dikarenakan benjolan cairan tak muncul di bagian luar organ intim. Penderita hanya merasakan ketidaknyamanan di area tersebut.

Gejala Infeksi Virus Herpes

Gejala-penyakit-herpes

Mengingat ada 2 jenis herpes yang berkembang di tengah masyarakat, ada baiknya kita membahas gejala keduanya, yakni:

HSV-1

Mengingat persebaran virus yang cukup cepat, penderita umumnya akan mengeluhkan beberapa gejala, seperti:

Demam Tinggi

Infeksi HSV-1 selalu diawali oleh demam tinggi yang disertai lemas dan nyeri pada persendian. Penderita akan kesulitan melakukan aktivitas secara normal akibat kondisi tersebut. Gejala ini bakal bertahan beberapa hari sebelum timbul benjolan yang melepuh.

Rasa Tak Nyaman

Area terinfeksi herpes akan mengakibatkan rasa tak nyaman berlebihan. Seringkali penderita merasakan gatal, perih, dan sensasi terbakar selama fase infeksi.

Blister

Benjolan yang melepuh pada kulit disebut dengan blister atau lesi kulit. Lesi akan pecah dan mengering dengan sendirinya dalam hitungan hari.

Sayangnya, lesi akan meninggalkan bekas yang sulit dihilangkan. Rasa nyeri dari blister pun akan mengganggu aktivitas penderita, seperti makan dan minum.

HSV-2

Berbeda dengan HSV-1, herpes genital justru tak menimbulkan lesi pada kulit. Hal ini dikarenakan area infeksi yang terjadi di sekitar organ intim. Meskipun tak menimbulkan lesi kulit, ada beberapa gejala herpes yang umum dikeluhkan:

Rasa gatal

Organ intim akan terasa sangat gatal dan sakit ketika buang air kecil. Ini dapat berlangsung selama beberapa hari, sampai infeksi teratasi. Selama kurun waktu tersebut, Anda akan kesulitan buang air kecil akibat kondisi tersebut.

Benjolan dan Cairan

Gejala ini hanya dialami oleh para perempuan yang terinfeksi HSV-2. Vagina mengeluarkan cairan dengan kekentalan tak wajar dan bau cukup menyengat. Di samping itu, ada benjolan yang cukup mengganggu di selangkangan.

Luka di Sekitar Organ Intim

Jangan heran kalau Anda menemukan luka infeksi di sekitar vagina, paha, dan pantat. Ketiga tempat ini menjadi sasaran empuk bagi virus herpes untuk berkembang.

Luka di area vital ini berlaku bagi perempuan maupun laki-laki yang menderita HSV-2. Sebagai tambahan, organ intim laki-laki akan dikelilingi oleh kulit kering yang terasa luar biasa gatal.

Baca juga: Inilah Penyebab Rambut Rontok dan Cara Mengatasinya

Faktor Penyebab Persebaran Penyakit

Penyakit-herpes

Seperti yang kita tahu, herpes tak bisa benar-benar sembuh. Herpes bisa dibilang infeksi laten yang akan terus muncul seumur hidup.

Para penderita harus siap dengan resiko penyakit yang kambuh sewaktu-waktu. Supaya tak terjebak pada virus laten semacam ini, ada baiknya Anda tahu penyebab penyakit herpes, yaitu:

Berhubungan Intim Tanpa Pengaman

Hubungan intim menjadi penyebab utama penyebaran virus herpes. Pada beberapa kasus ditemukan penderita aktif secara seksual dan kerap bergonta-ganti pasangan.

Saat berhubungan intim pun, para penderita ternyata lupa menggunakan kondom. Hal ini ternyata mempermudah infeksi virus herpes tanpa disadari. Bahkan beberapa diantaranya harus menderita infeksi virus lainnya.

Oral seks

Aktivitas seksual secara oral terindikasi mampu menularkan virus herpes. Dengan catatan, pasangan yang melakukan oral sedang mengalami luka atau ruam di bagian mulut.

Secara tak langsung, virus yang ada di mulut menginfeksi organ intim pasangan. Sehingga pasangan rentan terserang virus herpes di kemudian hari. Selain oral seks, berciuman pun bisa mempercepat penyebaran virus herpes kepada orang lain.

Penyakit Menular Seksual Lain

Penyebab lainnya yang bisa mempercepat infeksi virus herpes adalah penyakit menular seksual. Anda perlu tahu kondisi kesehatan sebelum memutuskan berhubungan intim dengan orang lain.

Cari tahu peluang terinfeksi virus herpes, jika Anda tengah menderita penyakit menular seksual lainnya. Supaya lebih aman, tetap gunakan pengaman ketika melakukan aktivitas seksual.

Cara Mengobati Herpes

Penyebab-penyakit-herpes

Bisakah virus herpes dihentikan atau diobati dengan cepat? Sejauh ini, belum ada satupun obat yang mampu menghilangkan virus begitu saja.

Dokter biasanya hanya meresepkan obat yang mampu menghambat persebaran virus. Setidaknya, virus tak berkembang lebih jauh dan mengakibatkan penderita kesulitan melakukan aktivitas.

Selain itu, obat yang diresepkan pun ditujukan untuk meringankan gejala, seperti demam atau nyeri. Para penderita herpes pun tak harus mengalami perawatan intens di rumah sakit.

Diagnosis hanya dilakukan di awal kunjungan untuk mendeteksi gejala herpes yang ditemukan. Setelahnya, dokter akan meresepkan obat yang dibutuhkan untuk mencegah wabah berulang.

Walaupun tergolong penyakit ringan, herpes ternyata masih jadi momok menakutkan bagi masyarakat. Ini disebabkan oleh benjolan dan lesi melepuh yang muncul di area-area tertentu. Bahkan dokter pun menghimbau supaya penderita tak sembarangan saat merawat benjolan.

Dikhawatirkan, benjolan yang pecah akan mengakibatkan luka terbuka dan menjadi pintu masuk kuman atau virus lain.

Bukan hanya itu, luka akibat herpes pun akan menyebabkan bekas yang sulit dihilangkan. Bekas ini serupa dengan cacar air yang bisa mengganggu penampilan seseorang.

Oleh sebab itu, penderita perlu benar-benar memperhatikan arahan dan petunjuk yang diberikan. Hindari pula mandi atau udara terlalu dingin bagi penderita yang tak tahan hawa dingin.

Supaya herpes tak sering kambuh, jaga pula kondisi tubuh tetap prima. Batasi pula aktivitas seksual beresiko yang bisa mengundang penyakit menular seksual lainnya. Dengan begini, Anda bukan hanya mengobati, tetapi juga mencegah persebaran virus dan gejala herpes lebih jauh.

Baca juga: 4 Cara Diet Sehat Secara Alami Yang Bisa Anda Coba

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *