Inilah Penyebab Penyakit HIV dan Gejala HIV Sebaiknya Dihindari Manusia

Namabayimu.com – Gejala HIV dapat dirasakan jika sudah terinfeksi virus HIV atau Human Immunodeficiency Virus. Umumnya penularan virus ini disebabkan oleh hubungan seksual dengan penderita tanpa dilindungi oleh alat pengaman.

Selain itu, jika menggunakan jarum suntik yang sama dengan pengidap virus ini juga bisa menularkan ke tubuh. Nah, berikut ada definisi, gejala hingga penyebab terkena penyakit HIV.

Definisi HIV

HIV ialah suatu penyakit yang hinggap pada manusia disebabkan oleh virus HIV yang masuk ke tubuh dan dapat menyebabkan timbulnya penyakit AIDS atau Acquired Immune Deficiency Syndrome). Virus HIV selanjutnya akan menyerang sistem kekebalan tubuh sehingga daya tahan tubuh melemah.

Berbagai virus yang lainnya, kuman hingga bakteri bisa menyerang tubuh dengan mudah. Perlu diketahui bahwa tubuh tak dapat menyingkirkan secara total virus HIV.

Sehingga jika seseorang sudah terinfeksi virus ini, maka seumur hidup akan terus memilikinya. Makanya perlu sangat berhati-hati agar tidak tertular virus HIV.

Virus HIV menghancurkan Sel T dalam tubuh dimana sel t ini sangat penting untuk melawan infeksi. Sehingga setelah seseorang terkena infeksi HIV maka sel T menurun secara signifikan membuat sistem imun menurun. Penyakit dengan mudah masuk ke tubuh sebab sel T tidak bisa berfungsi dengan maksimal.

Beberapa Gejala HIV

Gejala-penyakit-HIV

Gejala HIV akan muncul atau dirasakan oleh penderita selama satu atau dua bulan setelah virus HIV menyerang tubuh. Gejala umum yang sering dialami ialah flu atau juga disebut gejala sindrom retroviral akut. Gejela selain flu yang sangat penting untuk diketahui ialah demam masih tingkat ringan.

Diikuti sakit tenggorokan hingga pembengkakan kelenjar getah bening. Ini sebagai tanda bahwa tubuh sudah terinfeksi virus HIV. Sudah merusak sistem imun tubuh bahkan sudah masuk ke sistem perdaran darah. Jangan tunggu lagi, segera periksakan ke dokter.

Gejala selanjutnya tubuh akan merasa lelah dan lemah sebab virus HIV sudah menyerang berbagai sel yang ada dalam tubuh dan juga sebagai bentuk respon inflamasi tubuh. Kemudian penderita juga akan merasakan nyeri otot akibat ada kelenjar getah bening yang membengkak.

Perlu diketahui bahwa kelenjar getah bening juga berperan dalam sistem imun tubuh sehingga jika sudah terinfeksi akan terasa sakit. Letak kelenjar getah bening di ketiak, area pangkal paha hingga di bagian leher.

Gejala HIV lainnya berupa ruam pada kulit hampir seperti jerawat atau bahkan bisul. Ini juga salah satu tanda bahwa tubuh sudah diserang oleh virus HIV. Penyakit kulit akan muncul tak berapa lama setelah virus HIV masuk ke tubuh. Kemudian gejala perubahan warna kuku atau mengalami penebalan kuku.

Umumnya karena infeksi jamur disebabkan sistem imun sudah benar-benar menurun maka tubuh dengan mudah terinfeksi jamur. Berat badan juga ikut turun disertai rasa mual.

Jika tiba-tia berat badan turun secara drastis maka langsung periksa ke rumah sakit. Umumnya penderita HIV akan mual, diare hingga muntah. Meskipun penderita banyak makan namun berat badannya juga turun diikuti tubuh banyak mengeluarkan keringat di malam hari.

Baca juga: Jangan Sepelekan 5 Tanda Awal Kehamilan Ini, Wanita Wajib Tahu!

Fase-Fase Tubuh Terinfeksi HIV

HIV

Tubuh yang terinfeksi HIV selanjutnya akan mengakibatkan penyakit AIDS berlangsung dalam fase atau 4 stadium. Stadium pertama yang disebut dengan masa jendela kurang lebih selama 1 sampai 3 bulan atau juga bisa sampai 6 bulan.

Ini masih fase awal, dimana seorang penderita HIV melakukan berbagai kegiatan dengan normal sebab tak banyak gejala yang terjadi pada fase pertama. Pada tahap pertama, penderita memang masih tampak sehat bahkan seperti tak memiliki penyakit karena masih belum terlalu lama terjangkiti virus HIV.

Fase kedua atau stadium kedua dimana tubuh sudah positif diserang virus HIV atau disebut juga asimptomatik. Waktu fase ini sekitar 5 sampai 10 tahun sejak tubuh terinfeksi virus HIV.

Gejala HIV yang muncul diantaranya turun berat badan, saluran napas bermasalah, terinfeksi virus herpes zoster, ulkus di bagian mulut, kuku terinfeksi jamur hingga erupsi popular pruritis. Fase kedua, adanya virus HIV dapat diketahui sebab sudah ada antibodi dalam tubuh yang terbentuk.

Lanjut ke stadium ketiga dimana terjadinya pembesaran limfa pada tubuh seorang penderita HIV. Stadium yang menghabiskan waktu satu bulan lebih. Berat badan terus turun, diikuti demam dengan suhu 37,5 derajat celcius selama satu bulan lebih.

Kemudian diare, mengalami tuberculosis paru, radang mulut, infeksi bakteri tingkat berat, ginggivitis akut, kurang darah, kandidiasis, neutropenia hingga trombositopenia kronis. Tubuh yang sudah masuk stadium 3 bahkan sudah hampir kehilangan kemampuan sistem imun tubuh. Berbagai kanker bisa dengan mudah berkembang di stadium ketiga.

Terakhir ada stadium keempat sebagai puncak dari semua fase tersebut. Penyakit yang dialami penderita semakin banyak diantaranya infeksi herpes simplex, infeksi sitomegalovirus, infeksi mikrobakteri, histoplamosis, ensefalopati HIV, sarcoma Kaposi, pneumonia hingga kriptosporidiosis kronis.

Penyebab Penyakit HIV

fase-fase-HIV

Seseorang dapat terinfeksi virus HIV disebabkan beberapa hal diantaranya hubungan seks yang tidak sehat. Bisa melalui dubur ataupun vagina bahkan juga bisa ditularkan jika melakukan seks oral. Jika seks dilakukan tanpa memakai kondom maka akan sangat cepat proses penularan. Begitu juga jika sering gonta ganti pasangan.

Jika seorang berbagi jarum suntik dengan teman yang sudah terinfeksi virus HIV otomatis orang yang sehat akan terinfeksi. Berbagi penggunaan suntik misalnya untuk suntikan narkoba hingga pembuatan tato.

Selanjutnya juga bisa ditularkan melalui tranfusi darah. Sehingga jika ingin melakukan berbagai hal di atas, sebaiknya dilakukan dengan hati-hati. Hindari menggunakan barang-barang milik penderita HIV.

Jika ibu hamil sudah terinfeksi virus HIV juga dapat menularkan ke janinnya. Selanjutnya penularan pada anak dapat terjadi melalui proses menyusui. Virus ini tidak menyebar jika hanya sekedar berjabat tangan, bersentuhan kulit selama kulit tidak ada luka, bahkan hingga berpelukan.

Ludah juga bukan sebagai media penularan dengan syarat penderita tersebut tidak sedang menderita gusi berdarah, sariawan hingga luka lain di bagian mulutnya.

Umumnya perempuan yang masih remaja sangat rentan terkena infeksi virus HIV disebabkan saat ini selaput vagina masih cukup tipis. Sehingga lebih mudah luka, maka jagalah diri dengan baik dengan penderita HIV.

Jangan ada kontak darah atau air mani dengan penderita. Virus HIV sangat berbahaya apalagi jika sampai menimbulkan AIDS. Selanjutnya tubuh akan dengan mudah dihinggapi berbagai penyakit parah lainnya seperti kanker , tubkerkulosis, kandidiasis hingga penyakit berbahaya lainnya.

Jadi, penyakit HIV ditimbulkan oleh adanya virus HIV yang masuk ke tubuh dari berbagai cara penularan. Gejala HIV ada banyak mulai dari yang ringan hingga timbul penyakit yang parah.

Dibagi ke dalam 4 fase hingga beralih menjadi penyakit AIDS. Maka sangat berhati-berhati atau perlu diwaspadai sebab jika sudah terinfeksi virus ini sekali, maka sangat sulit untuk menghilangkannya.

Baca juga: Beberapa Fakta Bayi Baru Lahir Yang Jarang Diketahui

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *