Hal-hal yang Harus Dilakukan Saat Terkena Penyakit Campak Pada Anak

Namabayimu.com – Rubeola atau yang lebih terkenal dengan nama campak, merupakan sebuah penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus berjenis paramyxovirus yang dapat menular secara bersentuhan langsung atau melalui udara.

Sejatinya, penyakit yang satu ini memang kerap dialami oleh anak-anak. Biasanya, campak pada anak ini sering membuat kita sebagai orang tua merasa khawatir.

Namun yang menjadi pertanyaannya, apakah bunda sudah tahu ciri-ciri dan gejala dari penyakit campak pada anak?

Ciri dan Gejala Campak Pada Anak

  • Keluhan mata memerah yang disertai dengan batuk, pilek, dan demam tinggi selama empat hari sebelum ruam muncul.
  • Muncul bercak atau totol-totol berwarna kemerahan di area wajah, yang kemudian akan menyebar ke seluruh tubuh dalam 3 hari.
  • Muncul bintik-bintik berwarna putih di sepanjang garis mulut (koplik’s spot).
  • Terkena kontak dengan anak penderita campak lainnya, sekitar 10 hari sebelum muncul gejala awal.

Cara Mengobati Anak Ketika Terkena Penyakit Campak

  • Beri si kecil obat penurun demam (acetaminophen atau ibuprofen)
  • Berikan si kecil 1 sdt obat sirup atau permen obat batuk (untuk anak usia diatas empat tahun). Apabila batuk tersebut sering mengganggu tidurnya, gunakanlah obat batuk cair seperti OM atau dextromethorphan.
  • Usap mata si kecil dengan kapas yang sudah dibasahi air. Biasanya, mata memerah akan sensitive terhadap cahaya matahari, sehingga bunda harus menutup jendela kamarnya dengan tirai atau goorden. Ketika hendak keluar rumah, bunda bisa memberikannya kaca mata hitam.
  • Ketika muncul ruam, sebaiknya bunda memberikan perawatan yang tepat.
  • Apabila si kecil sulit makan, sebaiknya bunda memberikan menu-menu yang menjadi kesukaannya. Sebab, penyakit campak ini akan membuat selera makannya menurun.
  • Ketika ruam hilang, maka virus campaknya tidak akan menular.

Baca juga: Inilah Penyebab Penyakit HIV dan Gejala HIV Sebaiknya Dihindari Manusia

Cara Pencegahan Anak Sakit Campak

Perlu bunda ketahui, bahwa pencegahan terhadap anak itu harus diberikan vaksin MMR (campak, gondok, rubella) ketika berusia 13 bulan yang kemudian akan diberikan vaksin lanjutan saat berusia 3 – 5 tahun.

Untuk orang dewasa yang belum pernah diberi vaksin campak atau belum pernah mengalami campak, maka disarankan untuk segera mendapatkan vaksin MMR.

Wanita yang berencana hamil tapi belum pernah mendapatkan vaksin MMR, maka harus berkonsultasi dengan dokter terlebih dulu.

Pasalnya, vaksin tidak bisa diberikan selama masa kehamilan. Bahkan yang lebih gawatnya lagi, campak pada ibu hamil ini bisa membahayakan bagi janin lho!

Jumlah anak penerima vaksin MMR ini mulai menurun sejak adanya penelitian Lancet di tahun 1998an, yang mengairkan vaksin sebagai penyebab autism dan gangguan pencernaan.

Padahal, penelitian tersebut sama sekali tidak terbukti secara medis sehingga edarannya pun telah ditarik dari public. Adapun mengenai orang-orang tertentu yang beresiko terkena campak seperti di bawah ini:

Anak-anak (Bayi & Balita)

Seperti yang sudah disebutkan pada ulasan diatas tadi, bahwa penyakit campak ini sering dialami oleh anak-anak. Mengapa demikian? Soalnya, system kekebalan tubuh pada bayi itu belum sekuat orang dewasa.

Belum Diimunisasi Campak

Jika kita belum pernah mendapatkan imunisasi campak, maka kemungkinan besar kita akan terkena penyakit campak di kemudian hari.

Berpergian Ke Negara-negara Tertentu

Menurut informasi yang didapat, benua Afrika dan Asia merupakan yang paling tertinggi dalam kasus penularan penyakit campak.

Kurangnya Asupan Vitamin A

Faktor berikutnya yang bisa membuat kita rentan terhadap penyakit campak, yakni karena kekurangan asupan vitamin A.

Itulah penjelasan terkait penyakit campak pada anak, semoga artikel ini dapat bermanfaat ya Bunda.

Baca juga: 9 Manfaat Rutin Mengkonsumsi Kacang Hijau Untuk Ibu Hamil

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *