Kapan Saat Yang Tepat Memberikan Anak Smartphone Sendiri

Dengan kecanggihan teknologi saat ini, smartphone bisa dibilang bukan lagi barang mewah.

Hampir semua kalangan memiliki gadget satu ini, termasuk anak-anak. Ya, pemandangan para balita menggunakan smartphone sudah bukan hal yang asing.

Banyak orang tua yang sengaja memberikan anaknya smartphone meski sebenarnya usianya masih sangat muda, dengan alasan si kecil lebih anteng kalau berinteraksi dengan gadget tersebut.

Meski di satu sisi bisa membuat anak tenang, di sisi lain smartphone dapat menyebabkan kecanduan.

Anak jadi susah berkomunikasi dan bersosialisasi dengan orang lain karena lebih memilih bermain gadget.

Hal tersebut tak ayal menyebabkan kegelisahan di sebagian besar orang tua yang tak ingin anaknya jadi kecanduan gadget.

Kalau Anda juga termasuk tipe orang tua seperti ini, mungkin Anda pernah bertanya-tanya kapan saat yang tepat untuk memberikan anak smartphone sendiri.

Nah, coba simak beberapa informasi berikut ini untuk mengetahui apakah sudah waktunya buah hati tersayang memiliki smartphone sendiri
Seberapa tinggi urgensinya?

Hal pertama yang perlu Anda pertimbangkan saat akan memberi anak gadget adalah mempertanyakan untuk apa fungsinya.

Kalau hanya sekedar dijadikan alat bermain game atau nonton YouTube, jelas hal tersebut sangat salah.

Anda harusnya mengalihkan perhatian anak ke hal yang membuatnya lebih aktif dan bukan pasif.

Jangan egois dengan tidak mau menemani anak bermain dan lebih memilih membiarkannya sibuk dengan gadget.

Anda tidak akan pernah tahu seberapa bahaya yang bisa ditimbulkan dari hal tersebut.

Tapi kalau Anda ingin memberi smartphone untuk menghubungi anak, misalnya karena dia berangkat dan pulang sekolah sendirian, maka hal tersebut masih bisa dipertimbangkan.

Apakah lebih banyak manfaatnya?

Hal yang tak kalah penting untuk dipertimbangkan saat akan memberi anak smartphone adalah mencari tahu seberapa besar manfaatnya.

Apakah hal positif yang bisa didapat si kecil dari gadget tersebut? Kalau lebih banyak hal negatif daripada positifnya, itu artinya ini bukan saat yang tepat untuk memberikan anak smartphone sendiri.

Kalau hanya untuk alasan agar dia bisa berkomunikasi dengan kakek neneknya yang jauh misalnya, si kecil masih bisa memakai smartphone milik ayah atau ibu.

Bermain game dan nonton video juga bukan hal yang sangat urgent ya, sebab masih bisa dilakukan dengan media lainnya.

Sudahkah anak tunjukkan rasa tanggung jawab?

Anda mungkin berpikir anak yang memasuki usia SD sudah bisa memiliki smartphone sendiri dengan alasan mereka sudah lebih pintar dan bisa mengoperasikannya.

Well, bahkan anak balita yang belum bisa membaca sekali pun sudah bisa lho, mengoperasikan smartphone.

Tapi bukan hal itu yang harus dijadikan pertimbangan utama. Anda perlu mengetahui apakah anak sudah cukup memiliki tanggung jawab untuk punya smartphone sendiri.

Hal tersebut bisa dilihat dari kesehariannya, misalnya apakah dia bisa menyelesaikan PR tepat waktu, apa dia mau membereskan mainannya sendiri, dan sejenisnya.

Banyak orang tua yang memberikan smartphone kepada si kecil dengan dalih karena rasa sayang.

Padahal kalau memang Anda sayang, sebaiknya pikirkan dengan matang perkembangan psikologis buah hati tersayang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *