Kesalahan Yang Sering Anda Lakukan Saat Berurusan Dengan Anak Remaja

Anda sering bertanya-tanya mengapa tidak juga bisa dekat dengan anak yang memasuki usia remaja?.

Padahal di film, tampaknya semua orang tua bisa bersahabat baik dengan anak remaja mereka.

Well, tenang saja! Sebab bukan hanya Anda yang kesulitan berkomunikasi dan berhubungan dengan anak remaja.

Di fase ini, bisa dibilang mereka sedang berusaha membangun imejnya sendiri terlepas dari orang tua.

Mereka juga sedang berusaha diterima di pergaulan, sehingga mungkin sering melakukan hal yang diluar perkiraan Anda.

Tak perlu panik, pada dasarnya fase ini akan terlewati dan anak pun kembali mudah didekati.

Untuk menghindari konflik berkepanjangan dengan anak yang memasuki usia remaja, pastikan Anda tidak melakukan kesalahan seperti berikut ini:

Selalu mengkhawatirkan hal terburuk anda mungkin khawatir anak akan terjebak pada penggunaan narkoba dan pergaulan bebas seperti yang sering ada di TV.

Tapi sebenarnya, hal tersebut bisa jadi sama sekali jauh dari kehidupan sang anak.

Tak heran ia akan merasa jengah kalau Anda selalu menasehatinya dengan kata-kata seperti “Kakak jangan sampai pakai narkoba, ya!” atau “Kakak jangan pacaran dulu, ya!”.

Lebih baik Anda mengarahkan anak pada kegiatan yang positif daripada terus mengatakan hal-hal yang tidak masuk akal.

Anda perlu lebih percaya pada anak dan berhenti terlalu banyak nonton sinetron yang semua remaja di dalamnya berhubungan dengan narkoba dan seks bebas.

Membaca terlalu banyak buku parenting buku parenting jelas tidak berisi omong kosong karena ditulis oleh orang-orang yang memang ahli di bidang tersebut.

Tapi bukan berarti Anda harus menerapkan semua yang Anda baca 100% seperti di buku.

Saat berhadapan dengan anak di dunia nyata, Anda harus mempertimbangkan banyak hal yang berhubungan dengan sifat, karakter, dan kepribadiannya.

Apa yang ada di buku belum tentu bisa diterapkan sepenuhnya pada anak Anda.

Bisa jadi Anda malah terlihat aneh kalau memaksakan untuk melakukan apa yang tertulis di buku setiap saat.

Misalnya saja, sebuah buku menyarankan Anda untuk berkata ‘I love you’ setiap hari kepada anak.

Tapi kalau sebelumnya Anda tidak pernah melakukan hal ini, bukankah anak malah akan merasa aneh?

Berhenti mengkhawatirkan hal yang terlalu remeh, anda mungkin tidak suka dengan potongan rambut terbaru anak, atau anda merasa model baju yang dipakainya kurang sesuai.

Lalu apa yang perlu dilakukan? Tak ada! Biarkan saja anak memilih sesuatu yang ia rasa cocok untuk dirinya, toh itu bukan hal besar yang bisa mencelakakan atau merugikannya.

Kalau suatu saat nanti ia merasa bahwa semua itu tidak cocok untuknya, ia akan berhenti melakukan hal tersebut.

Masalah mode rambut dan pakaian memiliki fase yang akan segera terlewat. Jadi anda tak perlu terlalu mengkhawatirkannya apalagi sampai menjadikannya bahan perdebatan.

Bagaimana? Apakah Anda sudah menemukan cara yang dirasa tepat untuk lebih dekat dengan anak remaja?

Berikan mereka kebebasan dan jangan terlalu banyak ikut campur, pasti mereka merasa lebih dihargai dan dengan sendirinya akan mendekat pada Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *