Mengapa Anak Punya Orang Tua Favorit Dan Bagaimana Cara Mengatasinya?

Kasih sayang ayah dan ibu pada anak sudah pasti sama besarnya. Tapi kadangkala, anak punya orang tua favorit, alias lebih memilih salah satu dari ayah dan ibu.

Hal ini sebenarnya wajar saja terjadi, sebab penelitian membuktikan anak-anak memang memiliki kecenderungan untuk lebih dekat dengan salah satu orang tua.

Bukan karena ia tidak sayang yang lain, namun anak memilih orang tua yang memiliki sifat atau karakter lebih mirip dengannya.

Tapi keadaan akan jadi memusingkan kalau anak mulai menolak berinteraksi dengan orang tua yang satu karena lebih memilih bersama yang lain.

Bagaimana kalau Anda ada di posisi sebagai orang tua yang tidak difavoritkan anak? Berikut beberapa cara untuk mengatasinya:

Jangan merespon secara negatif anda mungkin kesal atau sedih saat si kecil berkata, “Aku lebih suka main sama papa daripada sama mama”.

Ya, hal tersebut wajar saja membuat Anda sedih. Tapi jangan sampai merespon hal tersebut secara negatif.

Misalnya saja anak terus mencari sang ayah untuk diajak bermain, Anda bisa berkata, “Mama tahu adik lebih suka main sama papa, tapi sekarang papa masih sibuk.

Main sama mama dulu, ya?” atau saat ia tiba-tiba mengajak Anda bermain, jangan sampai merespon dengan ucapan, “Ngapain ajak main mama? Kan kamu lebih suka sama papa!”.

Saat lebih memfavoritkan salah satu orang tua, anak sama sekali tidak memiliki maksud untuk membenci salah satunya, jadi Anda tak perlu menganggapnya terlalu serius.

Libatkan diri Anda dalam hal yang menyenangkan seorang ibu umumnya menghabiskan lebih banyak waktu untuk mengurus anaknya.

Tapi mengapa banyak anak justru lebih lengket pada ayah? Hal ini sebenarnya sangat mudah dipahami, sebab ibu selalu memaksa anak melakukan hal-hal yang dibencinya, seperti makan, tidur siang, mandi, mengerjakan PR, dan lain-lain.

Sementara itu, saat anak sudah selesai makan, mandi, dan lain-lain, sang ayah akan mengajaknya untuk bermain atau berjalan-jalan.

Secara tidak langsung, di otak si anak akan tertanam pemikiran bahwa bersama ayahnya ia bisa bersenang-senang sementara bersama ibunya ia hanya disuruh melakukan hal yang menjemukan.

Maka dari itu, seimbangkan peran ayah dan ibu agar anak juga tahu kalau momen bersama ibu bisa jadi menyenangkan.

Selalu beritahukan kalau anda mencintai buah hati, Anak mungkin lebih nyaman bersama sang ayah karena anda sering memarahinya.

Karena masih sangat kecil, bisa jadi ia berpikir kalau anda memarahinya karena tidak sayang.

Untuk menghilangkan pemikiran tersebut, anda bisa mengatakan pada buah hati bahwa meski sering memarahinya, tapi anda tetap menyayanginya.

Setiap menegur si kecil pastikan juga anda mengakhirinya dengan kata-kata cinta supaya ia tidak merasa dibenci.

Dengan cara ini, anak akan memahami kalau Anda sebenarnya menyayanginya meski terkadang juga memarahinya.

Tapi untungnya, hal seperti ini hanya bersifat sementara. Semakin ia beranjak besar, ia akan lebih memahami peran kedua orang tua dan tak lagi menfavoritkan salah satunya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *