Kiat Terbaik Atasi Anak Yang Terlalu Moody

Baru beberapa menit yang lalu ia asyik bermain dengan kakaknya, tiba-tiba sekarang si kecil sudah berdiam di pojokan sambil menangis.

Sebenarnya wajar saja kalau anak-anak memiliki mood yang mudah berubah karena mereka masih belum bisa mengendalikan emosinya secara maksimal.

Tapi tentu akan sangat mengganggu kalau perubahan mood pada anak terlalu cepat sehingga membuatnya sering uring-uringan dan tak bisa dikendalikan.

Marah tentu saja bukan jalan yang tepat untuk mengatasi anak moody. Berikut ini beberapa hal yang bisa Anda lakukan agar mood si kecil lebih stabil:

Pastikan anda punya quality time dengan anak dalam sehari, berapa banyak waktu yang anda habiskan bersama si kecil?

Hal ini ternyata sangat menentukan perkembangan psikologis anak termasuk pengaturan moodnya.

Anak yang jarang menghabiskan waktu dengan orang tua cenderung lebih mudah marah dan sedih.

Hal ini juga berlaku untuk anak yang hanya bisa menghabiskan waktu dengan salah satu orang tuanya, entah itu karena kesibukan atau perceraian.

Yang jelas, tak peduli seberapa pun sulitnya, Anda harus menyediakan waktu khusus bagi anak dan melakukan aktivitas yang menyenangkan bersamanya.

Biarkan anak mengekspresikan dirinya saat berada di sekolah atau di rumah kakek neneknya.

Anda mungkin menuntut anak untuk bersikap sesuai dengan aturan yang ditetapkan.

Tapi ketika berada di rumah, bebaskan anak untuk mengekspresikan dirinya. Rumah seharusnya menjadi tempat yang paling nyaman bagi anak untuk menjadi dirinya sendiri.

Entah itu dilakukannya dengan bernyanyi keras-keras, berlarian, atau bermain air, biarkan si kecil merasa nyaman dengan dirinya sendiri.

Hal tersebut akan membuat pikirannya lebih tenang sehingga moodnya juga lebih stabil.

Jangan merespon perilaku negatif anak saat anak menangis atau mengamuk, sebisa mungkin tahan diri anda untuk tidak merespon dengan negatif, misalnya dengan memarahinya, balas berteriak, atau memukulnya.

Hal ini hanya akan semakin membuat anak sudah mengendalikan moodnya dan lebih mudah marah.

Saat Anda berperilaku negatif, diamkan ia sampai berhenti. Pastikan si kecil tahu bahwa Anda tidak akan mendengarkan atau meladeninya saat ia bertindak di luar control.

Anda juga harus memberitahukan hal ini kepada pasangan sehingga sama-sama sejalan dalam mendidik anak.

Berikan kesempatan anak untuk komplain. Anak menjadi moody dan menangis tanpa sebab bisa jadi dikarenakan ada sesuatu yang mengganggunya namun tak bisa diungkapkan.

Entah itu karena ia kesal dengan sikap saudaranya, marah kepada Anda, atau karena hal lainnya.

Maka dari itu, berikan anak kesempatan untuk komplain mengenai segala sesuatu yang membuatnya tidak puas.

Misalnya saja, tetapkan jam 3 sore hingga jam 3.30 sebagai waktu untuk berkeluh kesah.

Selama waktu itu, ia boleh menceritakan apa saja yang membuatnya kesal. Tapi jika waktu sudah lewat, maka ia harus menunggu keesokan hari untuk komplain.

Hal ini membuat anak berpikir ulang mengenai hal apa yang paling mengganggunya sehingga ia pun berhenti untuk bersikap moody.

Selain itu, Anda juga perlu memberikan contoh kepada anak. Jangan marah-marah atau melakukan hal yang berlebihan di depannya supaya tidak ditirunya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *